Sabtu, 14 Desember 2013

Energi Terbaru dari Tenaga Angin

Ilmuwan PBB dan lebih dari 160 negara sepakat bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil seperti batubara, minyak dan gas menyebabkan iklim di dunia berubah secara dramatis (efek pemanasan global). Tahun lalu pemerintah Inggris memprediksi bahwa pemanasan global akan mengekspos banyak tentang jutaan orang lebih berisiko kelaparan, kekeringan, banjir dan penyakit sepertimalaria.
Energi Terbarukan Tenaga AnginBersih. Bentuk energi terbarukan dari tenaga angin. Sangat penting jika kita ingin mengatasi perubahan iklim. Dengan energi terbarukan dari tenaga angin, mungkin dapat mengakhiri ancaman tenaga nuklir yang sekarang ini sedang hangat diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. Mereka tidak mengerti warisan limbah nuklir yang akan tetap menjadi ancaman bagi kesehatan dan lingkungan selama ratusan ribu tahun ke depan.
Sebenarnya, konsep daripada energi terbarukan sudah mulai dikenal sekitar tahun 1970, sebagai upaya untuk menahan pengembangan energi nuklir yang kian menjamur. Dilihat dari definisikata “terbarukan”, sebenarnya energi nuklir bukanlah energi yang terbarukan. Karena definis terbarukan yang sebenarnya yaitu sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutan.(Wikipedia)

Mengapa Tenaga Angin?

Berikut ini adalah 7 poin plus mengapa menggunakan tenaga angin:
  1. Bersih. Tenaga angin tidak menghasilkan limbah berbahaya dan tidak berkontribusi pada pemanasan global.
  2. Berlimpah dan dapat diandalkan. Misalnya Negara Inggris, adalah negara paling berangin di benua Eropa. Pada saat musim dingin, jumlah yang harus dikeluarkan untuk sumber daya energi jauh lebih besar. Tenaga angin, dalam kombinasi dengan berbagai teknologi energi terbarukan, seperti solar dapat memenuhi semua kebutuhan listrik di negara tersebut.
  3. Terjangkau. Turbin angin lepas pantai yang pertama di Inggris lebih murah dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir.
  4. Bekerja. Di negara Denmark, pasokan listrik di negara tersebut, 20% dari tenaga angin.
  5. Menciptakan lapangan pekerjaan.
  6. Aman. Turbin angin sangatlah aman, semisal terjadi kerusakan tidak akan menimbulkan apa-apa. Berbeda dengan tenaga nuklir, seperti di negara Jepang pada saat gempa. Keamanan lebih perlu diperhatikan.
  7. Populer. Energi terbarukan tenaga angin merupakan salah satu teknologi energi yang paling populer. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 8 dari 10 orang mendukung energi ini.
Saat ini sekitar 50 negara sudah menggunakan tenaga angin, seperti Denmark, Inggris, Spanyol dan Jerman. Seharusnya negara-negara yang ada di dunia ini perlu berpikir dan memperbaiki untuk membuat industri tenaga angin jika target global yang sekarang ini hangat diperbincangkantentang pemanasan global tidak hanya menjadi perbincangan kosong belaka

Penyebab Terjadinya Guruh


Guruh atau geledek atau orang jawa biasa menyebutnya dengan geluduk adalah sebuah kata yang diperuntukkan untuk menggambarkan gelombang kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.

Penyebab terjadinya guruh itu sendiri karena tangkapan/sambaran kilat tersebut mengakibatkan udara berubah menjadi gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi (plasma) yang kemudian meledak.

Fenomena alam ini terjadi pada waktu bersamaan dengan terjadinya petir. Meskipun sebenarnya terjadi secara bersamaan, namun cahaya kilat akan terlihat terlebih dahulu daripada suara guruh. Hal ini disebabkan, karena cahaya lebih cepat merambat daripada suara. Kecepatan cahaya = 186.000 mil/299.338 km/detik, sedangan kecepatan suara = 700 mil/1.126 km/jam (tergantung kelembapan, temperatur serta tekanan udara).

Teori Tentang Terjadinya Guruh

Teori pertama yang ada dan dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani. Ia mengemukakan, guruh disebabkan oleh awan yang bertabrakan. Penyebab terjadinya guruh telah menjadi subjek spekulasi dan penelitiaan ilmiah pada abad ketiga Masehi, kemudian muncul berbagai teori-teori lain mengenai terjadinya guruh.

Namun, sekitar pada abad 20, diperoleh kesepakatan dari berbagai spekulasi ilmu pengetahuan dan pendapat penelitian ilmiah, terjadinya guruh diakibatkan gelombang kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.